Informasi Prakiraan Awal Musim Kemarau 2016 Jawa Barat

Unduh Dokumen Buletin selengkapnya disini.

Kondisi Dinamika Atmosfer Global

1. El Nino Southern Oscillation (ENSO)

Sejak akhir Februari tahun 2016 kondisi di Ekuator Pasifik Tengah (region Nino3.4) berada pada kondisi yang cenderung hangat, kondisi ini diprediksi terus berlanjut hingga Maret 2016 kemudian meluruh menuju Netral pada April-Mei 2016. Pada akhir Februari 2016 indeks Nino3.4 sudah berada pada kondisi El Nino Moderate dengan indeksnya bernilai +1,79.

Beberapa prediksi menunjukkan bahwa kondisi El Nino Moderate akan meluruh hingga pertengahan tahun 2016. Dalam kaitan ini memberikan indikasi bahwa awal Musim Kemarau 2016 di Wilayah Indonesia tidak signifikan terpengaruh kondisi El Nino seiring meluruhnya ke kondisi Netral.

Indeks Osilasi Selatan (SOI) sejak Mei 2015 sampai dengan Februari 2016 masih bernilai negatif kuat hingga kurang dari -10, nilai ini menunjukkan terjadinya El Nino. Kondisi demikian memberikan indikasi bahwa aktivitas sirkulasi angin pasat berpengaruh kurang signifikan ke wilayah Indonesia.

2. Indian Ocean Dipole (IOD)

Nilai Dipole Mode Index (DMI) dalam 3 bulan terakhir adalah : +0,08 (Desember 2015) ; -0,48 (Januari 2016) dan -0.26 (Februari 2016). Sementara, prediksi Dipole Mode Indeks (DMI) pada bulan Maret hingga Juli 2016 berkisar pada nilai +0,11 s/d +0,36. Nilai ini berada pada kondisi normal positif. Dengan demikian, mengindikasikan bahwa pada Musim Kemarau 2016, uap air dari Samudera Hindia menuju wilayah Indonesia dalam kondisi Normal.

Sirkulasi Monsun Asia – Australia

Hingga akhir Februari 2016 sirkulasi monsun di Indonesia umumnya masih dalam kisaran normalnya. Sirkulasi angin pada lapisan 850mb untuk wilayah Indonesia bagian selatan bertiup dari arah barat, sedangkan di wilayah Indonesia bagian utara angin berbelok dari arah timur laut ke tenggara. Diprakirakan bahwa monsun Asia diprediksi masih kuat hingga Maret 2016.

Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis (Inter Tropical Convergence Zone / ITCZ)

 Posisi ITCZ pada akhir Februari 2016 dominan masih berada di selatan ekuator dan akan bergerak ke arah utara menuju garis ekuator mengikuti pergerakan tahunannya. Jika dibandingkan terhadap posisi rata-ratanya, posisi tersebut cukup sesuai dengan kisaran rata-rata, sehingga potensi sifat musim hujan di beberapa wilayah diprakirakan akan cenderung normal sesuai kondisi rata-rata wilayah masing-masing.

Suhu Permukaan Laut di Wilayah Perairan Indonesia

Hingga akhir Februari 2016, kondisi suhu permukaan laut di perairan Indonesia, pada umumnya berada pada kondisi hangat dengan anomali suhu berkisar +0,25°C s/d +1,5°C. Daerah dengan suhu permukaan laut relatif lebih hangat berada di perairan di barat Sumatera dan Samudera Hindia bagian selatan, yang anomali suhu permukaan lautnya mencapai +1,5 s/d +2°C .

Suhu permukaan laut di Indonesia selama Musim Kemarau 2016 diprakirakan sebagai berikut :

  • Umumnya wilayah perairan Indonesia diprakirakan akan tetap hangat hingga agustus 2016 dengan anomali suhu berkisar +0,5°C s/d +2°C.
  • Wilayah perairan Indonesia lainnya seperti Sumatera bagian utara diprakirakan akan cenderung normal hingga lebih dingin dengan anomali suhu permukaan laut berkisar antara -0,5oC s/d 0°C.

Awal Musim Kemarau 2016 di Jawa Barat

Awal musim kemarau antara dasarian I – III Maret 2016, meliputi Karawang/ Bekasi bagian utara.

Awal musim kemarau antara dasarian I – III April 2016, meliputi Karawang utara bagian barat, Karawang bagian tengah, Indramayu Barat bagian utara, Subang Utara bagian timur, Indramayu Timur bagian utara.

Awal musim kemarau antara dasarian I – III Mei 2016 meliputi Karawang bagian barat dan selatan, Bogor utara bagian timur, Purwakarta bagian utara, Cianjur/Sukabumi bagian selatan, Subang bagian barat , Subang Tengah bagian barat, Indramayu Timur bagian selatan Indramayu Barat bagian selatan, Cirebon bagian utara dan tengah sebagian besar Sumedang, Kota Bandung, Bandung bagian utara, Garut bagian utara, Tasikmalaya bagian utara, Kuningan bagian barat dan utara, Majalengka bagian tengah.

Awal musim kemarau antara dasarian I – III Juni 2016, meliputi sebagian besar Jawa Barat.

Awal Musim Kemarau antara dasarian I – III Juli 2016 Meliputi Garut Selatan bagian timur, Tasikmalaya bagian selatan, Ciamis bagian selatan.

AMK2016

Sifat Hujan Musim Kemarau 2016 di Jawa Barat

Sifat hujan Musim Kemarau 2016 Atas Normal : Bogor utara bagian timur, Cianjur bagian selatan, Bekasi bagian selatan, Karawang bagian barat dan selatan, , Purwakarta bagian utara, Subang bagian utara, tengah dan timur, Indramayu Barat bagian utara, Majalengka bagian utara, Cirebon bagian utara, Bandung bagian timur dan selatan, Garut bagian tengah dan selatan, Tasikmalaya bagian barat, Kuningan bagian timur.

Sifat hujan Musim Kemarau 2016 Normal, meliputi sebagian besar Jawa Barat.

Sifat hujan Musim Kemarau 2016 Bawah Normal, meliputi Depok, Bogor bagian Utara dan timur laut, Indramayu Timur bagian utara dan selatan.

AMK2016-sifat

Sumber : BMKG Jakarta

admin@dmg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *