Rilis Prakiraan Musim Hujan 2021/2022 Provinsi Jawa Barat

Pusat Layanan Informasi BMKG Jawa Barat

Rilis Prakiraan Musim Hujan 2021/2022 Provinsi Jawa Barat

August 30, 2021 Iklim 0
Virtual Meeting Rilis PMH 2021/2022

Bogor (30 Agustus 2021) – Kepala Stasiun Klimatologi Bogor Indra Gustari menyampaikan bahwa awal musim kemarau 2021 di sebagian besar wilayah Jawa Barat umumnya terjadi pada bulan April 2021. Berdasarkan data update dasarian II Agustus 2021 sebagian besar wilayah Jawa Barat masih mengalami curah hujan dengan kriteria rendah hingga menengah. Hari Tanpa Hujan Dasarian ke II Agustus 2021 umumnya masuk kategori kriteria HTH Sangat Pendek dan Pendek (1 – 10 hari tanpa hujan) dan beberapa wilayah masih mengalami hujan hingga update terakhir.  Hari Tanpa Hujan HTH >30 hari  terjadi di sebagian kecil Subang tengah, Garut utara, Majalengka utara dan Majalengka tengah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor memprediksi sebagian besar wilayah di Jawa Barat yang akan mengalami musim hujan lebih besar dari biasanya (sifat hujan diatas normal). Di antaranya yaitu Bekasi/Karawang utara bagian barat, sebagian besar Sukabumi, Cianjur bagian utara dan Cianjur bagian tengah dan selatan, Bandung bagian barat dan utara dan Bandung bagian tengah, Bandung bagian timur, Bandung Utara bagian timur, Indramayu Barat bagian utara, Subang Utara bagian timur, sebagian besar Garut, Tasikmalaya bagian utara dan barat, Sumedang bagian selatan, Cirebon bagian tengah, Kuningan bagian utara dan timur, Ciamis bagian utara.

BMKG Stasiun Klimatologi Bogor memperingatkan curah hujan yang lebih tinggi akan disertai dengan potensi bencana hidrometeorologi, apalagi sebagian wilayah akan mengalami awal musim hujan yang lebih awal dari biasanya pada tahun ini. Oleh sebab itu BMKG menghimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai, mengantisipasi dan melakukan aksi mitigasi lebih awal guna menghindari dan mengurangi risiko bencana. Puncak musim hujan periode 2021/2022 sendiri diprediksi akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2022.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Dodo Gunawan saat Konferensi Pers secara virtual di Bogor, Senin (30/8) menyampaikan bahwa: “Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rilis informasi musim pada tingkat nasional, kali ini dilakukan rilis untuk provinsi Jawa Barat sehingga dapat dimanfaatkan oleh stakeholder didaerah sebagai pedoman perencanaan kegiatan di berbagai sektor, seperti awal musim tanam, termasuk antispasi potensi kebencanaan”.

Sementara itu Kepala Stasiun Klimatologi Bogor, Indra Gustari menyampaikan bahwa: “Berdasarkan analisis hujan sampai akhir Agustus 2021, seluruh Zona Musim (ZOM) di Jawa Barat sedang berada pada musim kemarau, bahkan beberapa daerah tidak turun hujan sejak dua bulan yang lalu seperti Majalengka bagian utara dan timur, Subang bagian timur dan Garut bagian utara”.

Selanjutnya untuk prediksi musim hujan 2021/2022, Indra menjelaskan bahwa dari total 36 Zona Musim (ZOM) di Jawa Barat, sebanyak 3 persen diprediksi akan mengawali Musim Hujan pada Agustus 2021, meliputi Bogor Selatan bagian timur, Sukabumi utara bagian timur, dan Cianjur utara bagian barat

Lebih lanjut Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra menjelaskan bahwa “31 persen wilayah pada September 2021, meliputi sebagian besar Sukabumi, sebagian besar Cianjur, Bandung bagian barat, Bandung bagian utara, Bandung bagian tengah, Garut bagian selatan, Garut Selatan bagian timur, Tasikmalaya bagian selatan, Tasikmalaya bagian utara, Tasikmalaya bagian tengah, Ciamis bagian selatan, dan Pangandaran. Sementara itu, sebanyak 47 persen wilayah pada Oktober 2021, meliputi sebagian Depok, Bogor bagian Utara dan timur, Karawang/Bekasi bagian selatan, sebagian besar Purwakarta, Subang, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Garut, Kota Bandung, Bandung bagian utara timur dan selatan, Indramayu Barat bagian selatan, Cirebon bagian utara dan tengah, Cianjur bagian selatan, Tasikmalaya bagian barat dan utara, Tasikmalaya Tengah bagian barat, Ciamis bagian utara, dan tengah. Sebanyak 11 persen wilayah pada November 2021, meliputi Sebagian besar Indramayu, Subang Utara bagian timur, Cirebon bagian utara, dan Cirebon bagian timur. Sementara itu, sebanyak 8 persen wilayah lainnya pada Desember 2021, meliputi Bekasi bagian utara, Karawang bagian utara dan tengah.”

Hadi menjelaskan, jika dibandingkan terhadap rata-rata klimatologis Awal Musim Hujan pada periode 1981-2010, maka Awal Musim Hujan 2021/2022 di Jawa Barat diprakirakan MAJU pada 27 ZOM (75 persen), SAMA pada 8 ZOM (22 persen), dan MUNDUR pada 1 ZOM (3 persen).

Hadi juga menerangkan bahwa secara umum, sifat hujan selama Musim Hujan 2021/2022 diprakirakan NORMAL atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 21 ZOM (58 persen), sejumlah 15 ZOM (42 persen) akan mengalami kondisi musim hujan ATAS NORMAL (lebih basah dari biasanya) dan sifat hujan BAWAH NORMAL diprakirakan tidak terjadi.

Lebih lanjut, BMKG Stasiun Klimatologi Bogor juga meminta masyarakat untuk lebih mewaspadai kejadian cuaca ekstrem seperti hujan es, hujan lebat disertai kilat dan petir, dan angin puting beliung jelang masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.  Potensi bencana hidrometeorologi juga meningkat pada puncak musim hujan yang umumnya akan berlangsung pada Januari-Februari 2022, khusus wilayah bagian selatan Jawa Barat (Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Garut bagian Selatan, dan sebagian Bandung) diprediksi pada November -Desember 2021. Selain itu, masyarakat dapat mengambil manfaat dari awal musim hujan yang datang lebih awal dari biasanya ini dengan menambah luas tanam, melakukan panen air hujan, dan mengisi waduk/danau yang berguna untuk periode musim kemarau tahun depan.

Stasiun Klimatologi Bogor

Instagram : @bmkg_bogor

Facebook : Stasiun Klimatologi Bogor

Youtube : Staklim Bogor

Website : https://bogor.jabar.bmkg.go.id

Link Download Ebook PMH 2021 / 2022 Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *